Selasa, 05 Mei 2015

Gunung Es dapat Mengambang di Air Laut



Apa yang Menyebabkan Gunung Es dapat Mengapung di Air Garam?

Es adalah air yang membeku, pembekuan akan terjadi bila air di dinginkan dibawah 00C pada tekanan 1 atm. Sedangkan air akan tetap sebagai cairan atau gas saat suhu 300C pada tekanan yang lebih rendah. Es yang terdapat di laut dapat berasal dari es tawar, es laut, dan es gletser.
Air merupakan salah satu zat yang sedikit lebih padat sebagai cairan. Hal inilah yang menyebabkan bongkahan es bisa mengambang di air. Kebanyakan es sebenarnya berisi air.
Es sesungguhnya tidak padat, tidak seperti yang banyak orang kira. Bongkahan es sendiri tersusun dari miliaran blok es kecil yang terperangkap dalam gelembung udara yang membuat bongkahan besar es tampak putih.
Kebongkahan es terbuat dari air tawar. Sebab garam larut di lautan, air menjadi lebih padat dibanding air tawar dan menambah daya mengapung pada bongkahan es itu.

Referensi:
Pedro. 2011. Inilah Alasan Mengapa Gunung Es Bisa Mengambang. [Online] tersedia: http://forum.viva.co.id/internasional/106250-inilah-alasan-mengapa-gunung-es-bisa-mengambang.html . [14 April 2014]

Senin, 27 April 2015

Gejala Gelombang



Bismillaahirrahmaanirrahiim..
 Berikut adalah penjabaran singkat mengenai Gejala Gelombang secara umum yang   dapat kita ketahui dengan percobaan tangki riak. gejala gejal gelombang ini dapat muncul jika diberikan suatu keadaan yang dapat memunculkan gejala-gelaja yang dimaksud. ^_^

1.      Pemantulan Gelombang (Refleksi Gelombang)

Untuk mengetahui sifat pemantulan gelombang pada tangki riak dapat diletakkan sebuah sebuah penghalang gelombang. Jika suatu gelombang menabrak suatu penghalang maka gelombang tersebut akan mengalami pemantulan. Contoh pemantulan suatu gelombang adalah gelombang air di kolam yang jika gelombang tersebut menabrak dinding kolam, maka gelombang tersebut terlihat dipantulkan. Begitu pun dengan gelombang bunyi, jika berada dalam sebuah ruangan, gelombang tersebut akan ada yang dipantulkan kembali ke ruangan tersebut.
Jika suatu gelombang merambat dalam sebuah medium, seperti tali, menabrak suatu penghalang maka tidak semua energi dipantulkan, tapi sebagian energi akan diserap oleh penghalang, dan energi yang diserap ini akan diubah menjadi energi panas dan sebagiannya lagi ditransmisikan (diteruskan).
Pada pemantulan gelombang berlaku hukum pemantulan yang menyatakan bahwa:
a.       Gelombang datang, gelombang pantul, dan garis normal terletak dalam satu bidang datar,
b.      Besar sudut gelombang yang datang sama dengan besar sudut gelombang pantul yang dihasilkan.
2.      Pembiasan Gelombang (Refraksi Gelombang)
Untuk mengetahui sifat pembiasan gelombang, kita dapat meletakkan sebuah kaca pada salah satu sisi tangki riak. Pada pembiasan, gelombang yang mengenai bidang batas antara dua medium, sebagian akan dipantulkan dan sebagian lainnya akan diteruskan atau dibiaskan ke medium selanjutnya. Gelombang yang dibiaskan akan mengalami pembelokan arah semula menuju ke garis normal, yang besar sudutnya tergantung dari jenis medium yang dilewatinya. Jenis medium pun akan mempengaruhi perubahan cepat rabat gelombang pada medium itu.
Pada pembiasan berlaku hukum pembiasan yang menyatakan, Perbandingan sinus sudut datang dan sinus sudut bias merupakan bilangan tetap.
Secara umum




3.      Difraksi Gelombang
Difraksi merupakan peristiwa penyebaran atau pembelokan gelombang pada saat gelombang melewati celah. Fenomena yang terjadi pada suatu gelombang yang melewati penghalang dengan celah kecil. Bila celah yang dilalui cukup maka lenturan tersebut akan jelas terlihat. Namun, bila celah yang dilewatinya cukup lebar maka lenturan gelombang hanya terlihat pada bagian tepinya saja.
Perbedaan difraksi melalui celah yang lebar dan yang sempit dapat dilihat dari gambar berikut:



4.      Interferensi Gelombang


Interferensi gelombang terjadi jika dua gelombang atau lebih merambat dalam medium yang sama dan waktu yang sama dan menghasilkan perpaduan dari gelombang-gelombang tersebut. Interferensi gelombang ada yang sifatnya konstruktif dan destruktif.
Interferensi konstuktif adalah hasil perpaduan gelombang yang saling menguatkan, hal ini dapat terjadi bila dua gelombang memiliki fase yang sama, atau gelombang-gelombang yang interferensi merupakan gelombang yang koheren. Interferensi destruktif adalah hasil perpaduan gelombang yang saling melemahkan atau bisa saja menghilangkan (jika amplitudonya sama), hal ini dapat terjadi jika gelombang-gelombang yang berinterferensi memiliki fase yang berbeda.
Interferensi pada gelombang cahaya akan memperlihatkan pola terang dan pola gelap.
5.      Polarisasi Gelombang
Polarisasi gelombang merupakan peristiwa perubahan arah getar gelombang pada cahaya yang acak menjadi satu arah getar. Polarisasi merupakan sifat yang dimiliki oleh gelombang cahaya yang termasuk gelombang elektromagnetik yang merupakan gelombang transversal. Gelombang yang hanya merambat pada satu bidang dinamakan terpolarisasi linier, sedangkan gelombang yang merambat tidak pada satu bidang dinamakan gelombang tak terpolarisasi.
Sangat mungkin untuk mengubah cahaya tek terpolarisasi menjadi terpolarisasi. Gelombang cahaya yang tak terpolarisasi adalah gelombang cahaya yang getarannya hanya dalam satu bidang, proses untuk mengubahn cahaya tak terpolarisasi menjadi cahaya terpolarisasi dikenal sebagai polarisasi.






DAFTAR PUSTAKA
Astra, I Made dan Hilman Setiawan. 2008. FISIKA Untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama
Budiyanto, Joko. 2009. Fisika: Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan.
Kemendikbud. 2013. Permendikbud No 69 Tahun 2013 tentang Kurikulum SMA MA
Physics, Carleton. 2008. Physics Lab Demo 14: Ripple Tank. [Online] Tersedia: https://www.youtube.com/watch?v=-8a61G8Hvi0 [16 April 2015]
Silabus Mata Pelajaran Fisika SMA Kelas XI Kurikulum 2013
Suryahanto. 2009. Fisika: Untuk SMA dan MA Kelas XII.  Jakarta: Pusat Perbukuan
Wafi, Kamal. 2012. Ripple Tank (Snell’s Law). [Online] Tersedia: https://www.youtube.com/watch?v=kKne0XydXVU [16 April 2015]

Kamis, 07 Agustus 2014

Keterhijaban dan Baik Sangka

Ini sebuah kisah dalam buku Dalam Dekapan Ukhuwah karangan Salim A Fillah, ‘afwan ya lagi seneng banget posting dari buku DDU, soalnya emang kata-kata beliau dalam buku ini bener bener ngena buat saya, hanya sekedar berbagi dan mungkin mengingatkan. ^^
Yang punya bukunya mangga bisa diliat langsung di halaman 168, saya kutip full.. hehe :D
Yang ga punya bukunya, bisa dibaca dicatatan saya, selamat membacaaa ^^

Begini kisah yang beliau tuturkan

Seorang kawan bertanya dengan nada mengeluh

“Dimana keadilan Allaah?”, ujarnya. Telah lama aku memohon dan meminta padaNya satu hal saja. Kuiringi semua itu dengan segala ketaatan padaNya. Kujauhi segala laranganNya. Kutegakkan yang wajib. Kutekuni yang sunnah. Kutebarkan shadaqah. Aku berdiri di waktu malam. Aku bersujud dikala Dhuha. Aku baca kalamNya. Aku upayakan sepenuh kemampuan mengikuti jejak RasulNya. Tapi hingga kini Allaah belum mewujudkan harapanku itu sama sekali.”

Saya menatap iba, lalu tertunduk sedih.

“Padahal,” lanjutnya sambil kini berkaca-kaca, “Ada teman lain yang aku tahu ibadahnya berantakan, wajibnya tak utuh. Sunnahnya tak tersentuh. Akhlaknya kacau. Otaknya kotor. Bicaranya kotor. Tapi begitu dia berkata bahwa dia menginginkan sesuatu, hai berikutnya segalanya telah terjadi. Semua yang dia minta didapatkannya. Dimana keadilan Allaah?”

Rasanya saya punya banyak kata-kata untuk menghakiminya. Saya bisa saja mengatakan, “Kamu sombong. Kamu bangga diri dengan ibadahmu. Kamu menganggap hina orang lain. Kamu tertipu oleh kebaikanmu sebagaimana Iblis telah terlena! Jangan heran kalau do’amu tidak diijabah. Kesombonganmu telah menghapus segala kebaikan. Nilai dirimu hanya anai-anai berterbangan. Mungkin kawan yang kau rendahkan jauh lebih tinggi kedudukannya disisi Allaah karena dia merahasiakan amal shalihnya!”

Tapi saya sadar. Ini ujian dalam dekapan ukhuwah. Maka saya memilih sudut pandang lain yang saya harap lebih bermaknabaginya daripada sekedar terinsyafkan sekaligus terluka. Saya khawatir, luka akan bertahan jauh lebih lama daripada kesadarannya.
Maka saya katakan padanya, “Pernahkah engkau didatangi pengamen?”

“Maksudmu?”

“Ya, pengamen,” lanjut saya seiring senyum. “Pernah?”

“Iya, pernah.” Wjahnya serius. Matanya menatap saya lekat-lekat

“Bayangkan jika pengamennya adalah seorang yang berpenampilan seram, bertato, bertindik, dan wajahnya garang mengerikan. Nyanyiannya lebih mirip teriakan yang memekakkan telinga. Suaranya kacau, balau, sengau, parau, sumbang, dan cemprang. Lagunya malah menyakitkan ulu hati, sama sekali tak dapat dinikmati. Apa yang akan kau lakukan?”

“Segera kuberi uang”, jawabnya, “Agar segera berhenti menyanyi dan cepat-cepat pergi.”

“Lalu bagaimana jika pengamen itu bersuara emas, mirip sempurna dengan Ebiet G. Ade atau Sam Bimbo yang kau suka, menyanyi dengan sopan dan penampilannya rapi lagi wangi, apa yang akan kau lakukan?”

“Kudengarkan, kunikmati hingga akhir lagu,” dia menjawab sambil memejamkan mata, mungkin membayangkan kemerduan yang dicanduinya itu.

“Lalu kuminta ia menyanyikan lagu yang lain lagi. Tambah lagi. Dan lagi.”

Saya tertawa.

Dia tertawa.

“Kau mengerti kan?” tanya saya. “Bisa saja Allaah belaku begitu pada kita, para hambaNya. Jika ada manusia yang fasik, keji, munkar, banyak dosa, dan dibenciNya berd’a memohon padaNya, mungkin akan Dia firmankan pada malaikat: ‘Cepat berikan apa yang dia minta. Aku muak mendengar ocehannya. Aku benci menyimak suaranya. Aku risi mendengar pintanya.’”

“Tapi,” saya  melanjutkab sambil memastikan dia mencerna setiap kata, “Bila yang menadahkan tangan adalah hamba yang dicintaiNya, yang giat beribadah, yang rajin bersedekah, yang menyempurnakan wajib dan menegakkan sunnah, maka mungkin saja Allaah akan berfirman pada malaikatNya: ‘Tunggu! Tunda dulu apa yang menjadi hajatnya. Sunggug Aku bahagia bila diminta. Dan biarlah hambaKu ini terus meminta, terus berdo’a, terus mengiba. Aku menyukai do’a-do’anya. Aku menyukai kata-kata dan tangis isaknya. Aku menyukai khusu’ dan tunduknya. Aku menyukai puja dan puji yang dilantunkannya. Aku tak ingin dia menjauh dariKu setelah mendapat apa yang dia pinta. Aku mencintainya.’”

“Oh ya?” matanya berbinar. “Betul demikiankah yang terjadi padaku?”

“Hmm.. Pastinya aku tak tahu,” jawab saya sambil tersenyum. Dia agak terkejut. Segera saya sambung sambil menepuk pundaknya. “Aku hanya ingin kau berbaik sangka.”

Dan dia tersenyum. Alhamdulillaah

Nah sahabat, sudah dibaca sampai beres?? Kalau belum mengerti silahkan baca lagi sampai mengerti. Hehe..

Hikmahnya apa cobaaa??

Yup, mari kita berbaik sangka, berhusnudzan pada Allaah.. mungkin Allaah belum mengabulkan do’a kita karena Allaah senang dengan usaha kita agar Allaah mengabulkan pinta kita, atau mungkin Allaah ingin kita lebih berusaha keras untuk mendapat cinta Allaah sebelum pinta kita dikabulkan.

Dan pengingat juga bagi kita (terutama saya) jangan merasa berbangga diri jika pintanya sudah dikabulkan, karena bisa jadi posisi kita saat dikabulkan doa adalah saat posisi kita seperti pengamen yang suaranya sumbang dan berpenampilan berantakkan.

Intinya, baik kita yang belum dikabulkannya do’a ataupun sudah dikabulkannya do’a, yuuk sama-sama memperbaiki diri untuk menjadi seorang muslim sejati yang berusaha meraih cinta Allaah dan ayoo kita berhusnudzan pada takdir kita sekarang, yakin bahwa ini adalah rencana Allaah yang terbaik untuk kita jalani. Pasti ada hikmah yang Allaah ingin tunjukkan pada kita, agar kita bisa lebih dekat denganNya.

Jangan pernah berbikir apa yang kita alami itu sia-sia. Yang menjadi sia-sia adalah ketika kita tak berusaha untuk mengambil hikmah disetiap kejadian yang kita alami. Ya, semua itu pasti ada hikmahnya ^^

Ohiya satu lagiii.. ingat ayat ini??




"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."
(Q.S. Muhammad:7)

kalau kata Tere Liye mah:
"Cukup percaya dengan dengan satu janjiNya, maka kehidupan di dunia ini akan terasa jauh lebih lebih indah. Semua akan terasa jauh lebih indah yakinlah!"

Semangat temaan-teman, Semangat untuk husnudzan, Semangat untuk memperbaiki diri, Semangat menggapai cita, Semangat Lillaah ^o^//

Sumber kisah ^^:
A. Fillaah, Salim. 2010. Dalam Dekapan Ukhuwah. Yogyakarta: Pro-U Media

Selasa, 17 Juni 2014

Hati

Catetan PGRQ tanggal 16 Januari 2013
Bismillaah.. semoga bermanfaat ^^

Qalbun atau Hati manusia terdapat 3 jenis kemungkinan kondisi yang berbeda, yaitu:
  • Qalbun Salim = Hati yang Sehat
  • Qalbun Marid = Hati yang Sakit
  • Qalbun Mayyit = Hati yang Mati
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
[Q.S. Al Hujurah: 12]

 Ciri Qalbun Salim
  1. Merasa termasuk penduduk akhirat setelah meninggal dunia
  2. Merasa sedih jika ketinggalan berdzikir
  3. Merasa rindu mengabdi kepada Allaah
  4. Dengan shalat hilanglah semua masalah yang dihadapinya
  5. Menghargai waktu
  6. Tidak pernah terputus dari mengingat Allaah
Qalbun Marid, nafsu dan syubhat berkombinasi dan lebih menonjol
"Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat,"  [Q.S. Al Hajj: 52-53]

Qalbun Mayyit:
  1. "Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan) mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: "Al Qur'an ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu". [Q.S. Al An'am: 25]
  2. "Mereka berkata: "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula)".  [Q.S. Fusilat:5]
  3. "Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. " [Q.S. Al Baqarah: 16-17]

Racun yang Mengotori Hati
  1. Berlebih-lebihan dalam berbicara
  2. Berlebih-lebihan dalam memandang sesuatu "Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas." [Q.s. Al Kahfi: 28]
  3. Berlebihan dalam makan
  4. Berlebihan dalam bergaul
4 jenis teman:
  • laksana kebutuhan kita terhadap makan (para Ulama)
  • laksana obat yang dibutuhkan saat sakit (teman sekolah/kuliah)
  • seperti penyakit yang harus kita berhati-hati terhadapnya (anak nakal)
  • laksana ular berbisa (para ahli bid'ah)
Kiat-kita menghidupkan hati
  1. Dzikir dan tilawah
  2. Beristighfar
  3. Perbanyak do'a
  4. Shalawat atas nabi
  5. Mendirikan Qiyamul lail