PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMP-SMA MUTIARA UMMAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL
Bismillaah Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Ayah bunda yang dirahmati Allah.
Alhamdulillah, Allah yang Maha Luas kasih sayang-Nya membuka jalan bagi kita semua untuk berjalan di jalan keyakinan, secara berjamaah, dan insyaAllah menjadi wasilah keberkahan
SMP-SMA Mutiara Ummah merupakan Sekolah Islam Modern yg berlokasi strategis di kawasan Pendidikan Jatinangor-Sumedang.
Konsep Pendidikan SMP-SMA 'Mutiara Ummah' Islamic Boarding School Berbasis Akademik Unggulan yg dipadukan dgn Program Karantina Tahfidzul Quran 30 juz
Konsep pengasuhan dikelola secara profesional oleh tim pengasuh yg ramah dan santun.
Setiap santri akan mengikuti program pembinaan karakter dalam bentuk mentoring keislaman yg dibina oleh tim pembina yg handal
SMP-SMA MUTIARA UMMAH hadir, dengan Visi Mencetak generasi unggul yang berkarakter Qurani, pemimpin visioner, dan menjadi solusi permasalahan ummat
Untuk mencapai visi tersebut, maka kami membuka
Pendaftaran Peserta Didik Baru Jenjang SMP dan SMA Tahun Ajaran 2019/2020, dengan ketentuan sebagai berikut ;
Waktu Pendaftaran
Gel 1: 29 November 2018 s.d 26 Januari 2019 (diskon 40% uang pengembangan)
Tempat Pendaftaran
Kantor SMP-SMA MUIBS atau bisa melalui website www.mutiaraummah.sch.id
Biaya Pendaftaran
Rp. 500.000,- (Transfer)
Waktu Test calon santri dan wawancara orang tua
27 Januari 2019
Pengumuman Kelulusan
03 Februari 2019
Daftar Ulang
3 Februari - 2 Maret 2019
Materi Test
1. Matematika
2. IPA
3. PAI
4. B. Indonesia
5. Test psikotest
6. Test Al-Quran
Alur Pendaftaran
1. Mengisi form daftar online di website www.mutiaraummah.sch.id (bit.ly/pendaftaranmutu)
2. Membayar biaya pendaftaran Rp. 500.000,- ( Transfer) konfirmasi bukti pembayaran ke CP
3. Mengikuti pelaksanaan Test
4. Membayar biaya daftar ulang bagi yang dinyatakan LULUS sesuai batas waktu yang ditentukan
5. Mengikuti tes kesehatan
———————————————————
Pembayaran biaya pendaftaran via transfer ke Rekening BNI Syariah no rekening 7779995534 Atas nama Yayasan Mutiara Ummah Indonesia
Info lebih lanjut ;
No HP/WA PSB SMP-SMA Mutiara Ummah :
082262317393 (Ustdh Okti)
085871653631 (Ustdh Ida)
Alamat SMP-SMA MUTIARA UMMAH Islamic Boarding School
Kp. Jatisari RT 06 RW 01 Desa Jatiroke kecamatan jatinangor Kab Sumedang, Jawa Barat 45363
Maps: https://goo.gl/maps/EkgzccaXV7G2
Allaah selalu menyiapkan rencana yang indah untuk hambaNya dibalik ujian yang Dia berikan :)
Selasa, 22 Januari 2019
Rabu, 27 September 2017
Kontribusi
"Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, 'Berangkatlah di jalan Allaah.' Kamu merasa berat dan ingin tinggal ditempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.
Jika kamu tidak berangkat, niscaya Allaah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yg lain, dan kamu tidak akan merugikanNya sedikitpun. Dan Allaah Mahakuasa atas segala sesuatu. "
[Q.S. At Taubah: 38-39]
Ini adalah tentang kontribusi dalam barisan dakwah, yah sering kali kita (saya sih) terlalu sering menganggap remeh suatu kehadiran jika kita berpikir bukan sebagai pihak panitia disana, 'hanya' sebatas peserta. kita merasa tidak penting, tidak berpengaruh apa-apa mau hadir atau ngga, kita tidak akan berefek pada sukses tidaknya kegiatan tersebut jika datang atau tidak, sehingga seringkali berfikir untuk tidak hadir meski tidak ada kepentingan lain.
Padahal, jika kita kaji lagi mengenai perang tabuk, bahwa ketidakhadiran itu adalah salah satu perbuatan orang munafik pada zaman Rasulullaah, mereka mencari-cari alasan agar diizinkan tidak ikut berperang. lalu apa bedanya dengan kita yang juga selalu meminta izin pada murabbi tidak hadir liqo atau izin kepada qiyadah tidak hadir rapat karena banyak tugas? bukan kah sama dengan mereka yang mencari-cari uzur? mensyar'i-syar'ikan alasan? bukankah sama? yang digolongkan pada uzur syar'i itu hanya sakit, hujan besar, dan menikah. sakitpun adalah sakit yang menyebabkan kita tak bisa melakukan perjalanan.
mari bercermin, pada beberapa ayat selanjutnya pada QS. At Taubah: 44-47
44. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.
45. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.
46. Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu."
47. Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.
yaa, mari bercermin, apakah mungkin kelemahan tekad kita untuk hadir juga karena Allaah tidak menyukai kehadiran kita? aah sungguh menyesakkan jika memang benar demikian, apalagi yang bisa kita harapkan jika Sang Pemilik semesta tidak menyukai kontribusi kita. maka mari yuk, mulai sekarang kita azzamkan diri untuk tidak mencari-cari alasan dalam kontribusi yang sebenarnya bisa kita lakukan, kejarlah kontribusi itu meski hanya untuk hadir.
tulisan ini juga merupakan pengingat dan juga sebagai sarana penegur diri yang begitu mudahnya meminta izin ketidakhadiran :( semoga Allaah jaga diri kita untuk istiqomah dalam jalanNya.
ingatlah untuk tidak pernah menyesal Allaah berikan kesempatan dalam memperjuangkan islam, karena itu adalah bentuk Rahmat yang Dia berikan untuk kita agar tidak jatuh terlalu dalam pada lubang kemaksiatan, meski kita masih suka melakukan kemaksiatan.
"Seburuk apapun, sekeruh apapun kondisi kapal layar kita, jangan lah sekali2 mencoba untuk keluar dari kapal layar ini dan memutuskan berenang seorang diri...karena pasti kau akan kelelahan dan memutuskan menghentikan langkah yang pada akhirnya tenggelam disamudra kehidupan...
Jika bersama dakwah saja...kau serapuh itu...bagaimana mungkin dengan seorang diri??"
[Ust Rahmat Abdullah]
follow my instagram : @aiidarahmaa ^^
Menjadi orang aneh (Al-Ghuraba)
Menjadi aneh tidak selalu buruk. Bahkan bisa menjadi hal yang membuat kita beruntung.
Tapi tunggu.. Aneh yg seperti apa dulu? Aneh menurut orang2 yang senang akan keburukan.
Tak apa dipandang aneh memakai jilbab panjang nan lebar sederhana ketika rok mini, atau pakaian ketat begitu trend dimata para masyarakat 'modern'.
Tak apa dipandang aneh oleh teman sekelas ketika menolak memberi jawaban ulangan padahal teman sekelas lain saling bekerjasama untuk mendapatkan nilai tinggi yang bukan haknya.
Tak apa dipandang aneh ketika yang lain sibuk bermain main dengan pacarnya dan kita malah men-single-kan diri karena ingin taat sama Rabb kita dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Tak apa dipandang aneh saat yang lain nongkrong mengisi waktu luang di kafe2 mahal dan kita malah sibuk rapat ngurusin program kerja organisasi atau sibuk berburu ilmu di ta'lim2.
Tak apa apa, kata Rasulullaah kita akan termasuk orang yang beruntung jika kita berusaha melakukan perbaikan meski berada ditengah2 kerusakan manusia.
Keep hamasah lillaah dan istiqomah 😊✊🔥
📷 @fadilahdian di mesjid Al Irsyad Kota Baru Parahyangan (2016)
#alghuraba #aneh #beruntung #kerusakan#perbaikan #islam #muslim #mentoring#aiidarahmaa :)
follow my instagram: @aiidarahmaa ^^
Secret Admirer
Pengagum rahasia. Aku akui itu adalah identitasku selama aku
berseragam putih abu yang hanya aku sendiri yang tahu. Aku hanya seseorang yang
berani memandangi punggungnya dari halaman kelasku yang berada di lantai dua, saat
ia sedang bermain futsal, atau saat dia melintas bolak balik dari mushala
sekolah ke kelasnya, atau saat dia hendak pulang dari kegiatannya di mushala
sekolah. Jika kau tanya apakah aku berteman dengannya? Ah, berbicara
dengannya langsung saja tidak pernah, bahkan kurasa dia tak pernah menyadari
keberadanku. Jika kau tanya lagi, apa yang membuatku kagum? bisa jadi
kau tertawa miris karena tidak memahaminya dan mendadak kau akan bertanya lagi kok
bisa?
Aku tak mengenalnya secara langsung, tapi aku mengenalnya secara
tidak langsung. Dari mana? Dari pembicaran rekan-rekan perempuanku di
kelas yang lebih mengenalnya. Bisa dibilang dia bak selebriti sekolah di antara
rekan-rekan perempuanku. Mereka setiap harinya selalu “menggunjingkan”
kelebihan-kelebihannya. Tentang sosoknya yang gentle man, pintar, bahkan
sholeh selalu terdengar olehku dari mereka yang seakan menggambarkan lelaki
sempurna. Dan apa efeknya? Opini tentangnya tergambar jelas di memoriku,
semakin mereka ceritakan, semakin tumbuh kekagumanku padanya yang bahkan tak
pernah aku lihat. Ya konyol memang, dari sana aku tahu bahwa aku adalah tipe
orang yang membangun opini terhadap seseorang dalam pikiranku itu dari opini
yang orang lain ceritakan.
Aku tak pernah tahu yang
mana dia yang selalu diceritakan oleh rekanku, sampai akhirnya kami berada pada
kegiatan yang sama. Saat itu semua peserta diharuskan untuk memperkenalkan diri.
Dan pada detik itu setelah lebih dari satu semester aku mengaguminya, aku baru
mengetahui siapa dia. Setelah tahu orangnya, justru pada waktu-waktu saat aku
berada di sekolah dengan mudah aku ketahui keberadaannya jika dia ada di sekitarku,
bahkan terlampau sering. Aah sungguh suatu hal yang menggangu ketenangan hatiku
saat itu.
Loh mengapa menggangu? Bukankah senang jika kita dapat melihat
orang yang kita kagumi? Bagi remaja
kebanyak melihat seseorang yang dikagumi mungkin adalah suatu kebahagiaan, tapi
tidak denganku saat itu yang sudah mengetahui untuk tidak pantas menuruti hawa
nafsu untuk memandangnya. Aku sadar, rasa kagum yang muncul itu adalah ujian
yang wajib dikelola agar tak menjadikan rasa tersebut sumber kemaksiatan.
Tapi aku pun sadar, rasa itu juga adalah rahmat yang Rabb kita
berikan untuk pembelajaran hambaNya. Aku bersyukur disamping Allaah berikan
ujian rasa, Allaah berikan juga aku lingkungan yang menuntunku belajar
mengelola rasa itu agar tidak menjadi penyebab menuruti hawa nafsu, dan menjadi
sarana belajar menjaga pandangan sebagai ketaatan kepadaNya. Ya meski namanya
manusia tetap ada masa-masa ketika kita tak bisa mengendalikan hawa nafsu kita
seperti apa yang sudah aku ceritakan di awal, haha.
Ya begitulah manusia, setiap momen jika kita bijak dan bisa
mengambil hikmah dibaliknya, tak akan menjadi sia-sia atau terus menerus
melakukan maksiat. aku hanya selalu ingat saat ada keinginan memandangnya
kembali, mentorku memberi nasihat, “Kinan, jika kau terpikir untuk
menunjukkan rasa kagummu pada seseorang ingatlah bahwa mengamankan diri dari
fitnah jauh lebih mulia daripada menunjukkan hasrat meskipun itu adalah fitrah.”
Lalu bagaimana dengan akhir kisah kekagumanku itu? Hmmm.. kita tak
pernah tahu skenario indah yang Allaah persiapkan untuk kita di masa depan
nanti, maka berhusnudzanlah, dan simpan semua harapan hanya padaNya. Jangan
pernah kau titipkan harapan pada makhlukNya, maka kau tak akan merasakan
kekecewaan J
Bumi Allaah, 12 September 2017
cerita ini diikutsertakan dalam writng competition pre-evet kajian kelompok pelajar religi bandung pada bulan september 2017.
cerita ini semi fiksi, jika ada kesamaan karakter atau cerita hal tersebut tidak disengaja oleh penulis :) jadi tolong jangan kebawa baper ya wkwk *peace ^^v
semoga dapat mengambil hikmahnya :)
cerita ini diikutsertakan dalam writng competition pre-evet kajian kelompok pelajar religi bandung pada bulan september 2017.
cerita ini semi fiksi, jika ada kesamaan karakter atau cerita hal tersebut tidak disengaja oleh penulis :) jadi tolong jangan kebawa baper ya wkwk *peace ^^v
semoga dapat mengambil hikmahnya :)
Sabtu, 02 September 2017
Dakwah itu...
Dakwah itu bukan soal siapa yang benar atau siapa yang salah
Dakwah itu tentang rasa sayang
Rasa sayang pada sahabat dan keluarga kita
Rasa sayang untuk bersama menikmati nikmatnya iman dan islam
Rasa sayang untuk bisa selamat bersama menuju Syurga-Nya
Dakwah bukan soal menang atau kalah dari perdebatan
Dakwah itu seni mengendalikan diri
Mengendalikan diri atas egoisme untuk mengutamakan yang lain
Mengendalikan diri atas egoisme untuk memahami saudara kita
Mengendalikan diri atas pikiran negatif untuk berhusnudzan
pada saudara kita
Mengendalikan diri atas keputusasaan dalam kesabaran
menasehati
Mengendalikan diri untuk menjaga keutuhan barisan
Dakwah bukan soal siapa yang benar atau siapa yang salah
Dakwah itu seni menyentuh hati
Menyentuh hati untuk bisa bersama mengambil hikmah kehidupan
Menyentuh hati untuk bisa bersama dalam ketaatan pada
barisan yang kokoh
Menyentuh hati untuk berjuang bersama dalam membangun
peradaban
Sebuah peradaban yang Allaah ridhoi
Dakwah bukan soal kesamaan pikiran
Dakwah adalah soal kesamaan visi
Kesamaan visi untuk menegakkan nilai-nilai islam di bumi ini
Tiap pikiran berhak mencapainya dengan misi yang berbeda
Karena tiap muslim punya peran masing-masing untuk
mewujudkan visi tersebut
Dakwah bukan tentang banyaknya ilmu yang kita punya
Dakwah itu tentang istiqomah
Istiqomah menyampaikan meski kecil
Istiqomah mengajak saudara kita
Istiqomah meski sang pejuang hanya tinggal sendiri
Karena dakwah begitu berat jika tanpa istiqomah
Dakwah bukan tentang pandainya bicara
Dakwah itu tentang pandai menjaga akhlak
Karena seorang muslim akan sadar bahwa kemanapun ia pergi,
nama islam akan terus tersyiarkan olehnya
Bumi Allaah, 01 Agustus
2017
Pukul 23.13
Jilbab yang Seperti itu untuk Si(Apa)?
“Da,
kamu pake jilbab kaya gini karena keinginan atau karena UKM?” Tanya salah seorang
teman laki-laki kelasku (di kampus) saat kami berada di dalam lift
Deg. Aku menoleh kaget mendapat pertanyaan seperti itu
secara tiba-tiba, lalu aku sedikit merenung untuk dapat menjawab pertanyaan itu
dengan tepat.
Tiiing.. pintu lift di lantai 4 terbuka. Kami semua keluar
dari lift.
“Kok
tiba-tiba nanya gitu sih? Jadi berasa lagi diwawancara.. haha” tanyaku untuk
mencairkan suasana.
“Nanya
aja, abis jilbabnya beda sama kebanyakan orang. Jadi karena keinginan sendiri
atau tuntutan UKM?.” Tanyanya kembali.
“Yaelah,
semejak ospek di kampus juga jilbab saya juga udah kaya gini kali, kan waktu
ospek belum milih UKM,” Jawaban yang menggantung memang, tapi aku yakin dia
dapat menangkap maksud perkataanku.
“Hayo
ih cepet, malah jadi ngobrol. Kesiangan nih.” Kata temanku yang lainnya
Dan
oke, pertanyaan temanku ini membuat ku berpikir
ulang.. dulu kenapa aku memutuskan berjilbab seperti ini? Dan kenapa ya aku bisa
bertahan jilbab seperti ini di tengah-tengah para remaja yang sudah teracuni
oleh fashion zaman ini? Yang bisa kita lihat sendiri, para remaja sudah
berlomba-lomba menggunakan pakaian yang serba mini, dan juga banyak hijabers
dengan gaya kerudung mereka yang ‘kreatif’.
Sepertinya perlu flashback nih, awal mula aku berjilbab ^^
Aku
baru mengazamkan diri untuk mulai memakai jilbab saat di kelas X, meski
sebenernya keiingin berjilbab sudah ada dari SMP, tapi baru berani berubah saat
SMA. Alasan awal mengapa aku berjilbab adalah karena aku tidak nyaman
memperlihatkan aurat. Hanya sebatas ketidaknyamanan. Disaat itu aku belum
mengerti akan hukumnya berjilbab, pentingnya, ataupun manfaat berjilbab, karena
aku bukan seorang dari keluaga yang pemahaman akan islamnya kuat.
Sampai
sutu hari dimana aku memutuskan untuk ikut bergabung dengan Rohis di sekolahku.
Karena ingin ada perubahan dalam diri ini untuk menjadi insan yang lebih baik
dan religius. Untuk sesaat aku ragu, saat melihat teteh-teteh rohisnya
berjilbab panjaaaang, saat aku bandingkan dengan diri sendiri jilbabku masih
pendek, tipis, pokonya sangat-sangat
jauh berbeda dengan penampilah mereka.. emang sih bikin minder, tapi entah
mengapa melihat mereka itu berasa teduuh~, apalagi mereka sangat ramah dalam
menyambut adik kelasnya, dimulai cipika-cipiki, memperkelankan diri mereka,
bertanya nama kita, dan sepanjang proses itu mereka tak pernah kehilangan
senyuman.sikap sederhana yang menmbuat kita saat itu juga merasa nyaman dalam
komunitas itu.
Itu hanya prolog dari awal semuanya, berikutnya kami para
murid baru akhwat yang tergabung dalam rohis dikelompokkan menjadi 4 kelompok
dengan masing-masing kelompok satu pembimbing yang merupakan alumni sekolah
pada suatu kegiatan yang dinamakan mentoring. Apa mentoring? Ia adalah suatu
metode pembelajaran, pembinaan yang rutin sepekan sekali diadakan yang hanya
terdiri dari 10-12 org perkelompok, dengan berbagai runtutan kegiatan hehe. Dari
mulai tilawah, hafalan, kultum, dan berbagai materi keislaman yang belum kami
tahu. Mulai dari penguatan aqidah, meluruskan cara ibadah, menambah wawasan
keislaman, dan adab2 dalam kehidupan, bahkan membahas mengenai adab pakaian
seorang muslimah. Ya selain dari melihat contoh, aku mengetahui adab berpakaian
dalam kegiatan mentoring ini, mentor kami memberitahu kenapa sih kami harus
memakai jilbab, apa manfaat nya jika memakainya dan apa dampaknya jika kami
tidak memakainya dengan dikaitkan dengan rasa sayang pada orangtua kami, lalu
bagaimana jilbab yang seharusnya.
Aku baru mengetahui bahwa syarat pakaian seorang muslimah
itu harus menutupi seluruh tubuh wanita kecuali muka dan telapak tangan, selain
itu tidak boleh transparan, dan ketat. Minimalnya jilbab adalah sampai menutupi
dada.
Ya setiap perubahan perlu proses, dari teladan
teteh-tetehku, dan juga ilmu yang aku dapatkan aku mencoba untuk mengamalkannya
secara berproses, dari awal yang masih pake jins, belum terbiasa pake kaoskaki
kemana-mana dan kerudung carang, aku mulai mengubahnya jadi memakai rok,
membiasakan berkaos kaki, dan berusaha mendouble kerudung parisku, setelah itu
selama di sekolah setelah semester dua aku coba untuk menjulurkan jilbabku
untuk menutupi dada meskipun belum secara mengeliling.
Sampai akhirnya di kelas dua aku melihat rekanku yang juga
berasal dari SMP yang sama dahulu, sudah mulai menggunakan jilbab yang menutupi
dadanya secara mengeliling pdahal kami memulai titik hijrahnya sama ketika
dalam mentoring yang sama, hal ini lah yang membuatku termotivasi untuk mulai
melanjutkan hijrahku, menyempurnakan jilbab menuju syarat minimal pakaian seorang muslimah. Saat di awal bulan ramadhan aku coba untuk menggunakan
kerudung yang panjang, dan suprise banget teman sebangku-ku juga mulai
mengenakannya di hari yang sama, seakan sinyal dari Allaah untuk menguatkan
diri melanjutkan proses perubahan penampilanku. Dan sungguh menggunakan
kerudung panjang yang sesuai dengan syarat minimal pakaian seorang muslimah itu
begitu nyaman dan menentramkan hati.
Meski sadaaar banget pake jilbab kaya gini tuh kelakuan
sendiri masiiih jauh dari kata anggunnya seorang muslimah, ibadah yang masih di
bawah standar, dan terutama pandangan aneh orang-orang sekitar termasuk keluarga juga cukup menghantui perjalan perubahan penampilan ini. Hal-hal ini yang sering bikin kita menunda/menurunkan semangat untuk merapihkan
jilbab yang sesuai dengan syarat, tapi saat pemikiran itu muncul aku kembali
teringat bahwa dengan memakai jilbab, justru itu adalah suatu komitmen awal
dalam meningkatkan kualitas diri, setidaknya jangan sampai ketentraman hati
akan kenyamanan berjilbab terkalahkan oleh was-was setan. Setidaknya dengan
berjilbab yang benar kita sudah menutup satu kucuran dosa akibat memamerkan
aurat, dan menstop sumbangan dosa pada orangtua kita. J
Terimakasih kepada teteh-teteh 2011, 2012, teteh-teteh
alumni angkatan 2009, 2010, 2006, 2004 dll atas keteladanan yang kalian
tularkan, atas senyuman yang kalian sunggingkan, atas wajah cerah yang kalian
tunjukkan sehingga hidayah itu demi sedikit sampai pada hati yang kering ini
untuk menuju jalanNya, hingga diri inipun terkuatkan untuk berusaha tetap
istiqomah. Doakan adik kalian ini agar terus bisa istiqomah. Jazaakillaah khair
J
FYI: maaf ya, jilbab yang saya maksud masih yang mengartikan kerudung, ada berbagai istilah dalam pakaian muslimah, yang bisa teman2 cari sendiri apa perbedaan, jilbab, khimar, dll nya hehe. maaf masih perlu belajar lagi dan belum bisa menjelaskan perbedaannya dalam curhatan ini, tapi semoga inti dari cerita ini bisa diambil hikmahnya hehe ^^
Kamis, 07 Juli 2016
Download Panduan Dakwah Sekolah Pdf
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Panduan Dakwah Sekolah karya Nugroho Widiyantoro, S.T. ini saya lupa mendapatkan link downloadnya dari blog mana, tapi semoga dapat membantu temen-temen aktivis dakwah sekolah untuk pengelolaan dakwah sekolah ^^
silahkan klik disini
Panduan Dakwah Sekolah karya Nugroho Widiyantoro, S.T. ini saya lupa mendapatkan link downloadnya dari blog mana, tapi semoga dapat membantu temen-temen aktivis dakwah sekolah untuk pengelolaan dakwah sekolah ^^
silahkan klik disini
Jumat, 01 Januari 2016
Eksperimen Listrik Magnet: Pengaman Lebur Sekring
LAPORAN
EKSPLOR ALAT
Disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah
Laboratorium Fisika Sekolah I
Dosen Pengampu: Irma Rahma Suwarma, S.Si., M. Pd.,
Ph. D.
disusun oleh:
Citra Septiani Lestari 1301067
Ida Rachmawati 1304275
Novia Suci Lestari 1304963
Sarah Nadaipah 1300699
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN
INDONESIA
BANDUNG
2015
PENGAMAN LEBUR/SEKRING
A. Judul
Pengaman Lebur atau Sekering
B. Tujuan
Mempelajari Cara Kerja Pengaman Lebur atau Sekring
C. Alat dan Bahan
|
No
|
Kode Alat
|
Nama Alat
|
Jumlah
|
|
1
|
KAL 60
|
Catu Daya
|
1 buah
|
|
2
|
KAL 98
|
Kabel Penghubung
|
1 buah
|
|
3
|
FLS 20.01
|
Papan Rangkaian
|
1 buah
|
|
4
|
FLS 20.02
|
Jembatan Penghubung
|
7 buah
|
|
5
|
FLS 20.04
|
Saklar satu kutub
|
1 buah
|
|
6
|
FLS 20.11
|
Jepit Steaker
|
1 buah
|
|
7
|
FLS 20.06
|
Pemegang Lampu
|
1 buah
|
|
8
|
KAL 70/063
|
Bola Lampu 6V, 3W
|
1 buah
|
|
9
|
FLS 20.29/124
|
Kawat besi, sekring
|
1 buah
|
|
10
|
|
Kertas
|
1 buah
|
D. Persiapan Percobaan
Keterangan :
1.
Memperiapkan peralatan sesuai dengan daftar alat/bahan
2. Menyusun alat seperti pada gambar diatas. Dengan catatan saklar masih dalam posisi terbuka
3.
Menghubungkan catu daya ke sumber tegangan
(alat masih dalam keadaan mati)
4.
Memilih tegangan pada catu daya (menyesuaikan dengan tegangan lampu).
5.
Menghubun rangkaian ke terminal catu daya ( dengan menggunakan kabel
penghubung)
6.
Memeriksa kembali rangkaian
E. Langkah-langkah Percobaan
a.
Keadaan Normal
1.
Menghidupkan catu daya. Tegangan awal yang diberikan sebesar 3V
2.
Menutup sakelar (menutup rangkaian)
3.
Mengamati keadaan lampu
4.
Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan
5.
Mencatat pada waktu ke berapa kawat mulai panas atau terputus.
6.
Mengulangi langkah 1- 7 untuk tegangan
yang berbeda ( tegangan 6V dan 9V)
7.
Mengulangi langkah 1-8 untuk kawat
yang berbeda (kawat sakering, kawat tembaga)
b.
Keadaan Hubungan Pendek
1.
Menghidupkan catu daya. Tegangan awal yang diberikan sebesar 3V
2.
Menutup sakelar (menutup rangkaian)
3.
Mengamati keadaan lampu
4.
Membuat hubungan pendek pada rangkaian
dengan cara menghubungkan titik A
dan titik B dengan jembatan penghubung.
5.
Mengamati keadaan lampu dan sakering.
6.
Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan
7.
Mencatat pada waktu ke berapa kawat mulai panas atau terputus.
8.
Mengulangi langkah 1- 7 untuk tegangan
yang berbeda ( tegangan 6V dan 9V)
9.
Mengulangi langkah 1-8 untuk kawat
yang berbeda (kawat sakering, kawat tembaga)
F. Data
a.
Keadaan Normal
|
No
|
Keadaan Rangkaian
|
Tegangan (volt)
|
Jenis Kawat
|
Keadaan Lampu
|
|
1
|
Keadaan Hubungan Normal
|
6
|
Besi
|
Menyala
|
|
2
|
9
|
Menyala
|
||
|
3
|
12
|
Menyala
|
||
|
4
|
6
|
Sakering
|
Menyala
|
|
|
5
|
9
|
Menyala
|
||
|
6
|
12
|
Menyala
|
||
|
7
|
6
|
Tembaga
|
Menyala
|
|
|
8
|
12
|
Menyala
|
b.
Keadaan Hubung Pendek
|
No
|
Keadaan Rangkaian
|
Tegangan (volt)
|
Jenis Kawat
|
Waktu (sekon)
|
Keadaan lampu
|
Keadaan Kawat
|
|
1
|
Hubung pendek
|
6
|
Besi
|
180
|
Tidak
Menyala
|
Hangat
|
|
2
|
9
|
180
|
Tidak
Menyala
|
Hangat
|
||
|
3
|
12
|
180
|
Tidak
Menyala
|
Hangat
|
||
|
4
|
6
|
Sakering
|
180
|
Tidak
Menyala
|
Panas
|
|
|
5
|
9
|
16
|
Tidak
Menyala
|
Terputus
|
||
|
6
|
12
|
1
|
Tidak
Menyala
|
Terputus
|
||
|
7
|
6
|
Tembaga
|
180
|
Tidak
Menyala
|
Hangat
|
|
|
8
|
12
|
180
|
Tidak
Menyala
|
Hangat
|
G. Analisis
Waktu yang diperlukan untuk melakukan percobaan
beserta pengambilan data adalah ±60 menit. Dimana waktu untuk mempersiapkan
alat 15 menit, kemudian pengambilan data 40 menit dan membereskan alat 5 menit.
a.
Pada saat rangkaian dalam keadaan normal, lampu menyala karena ada arus
yang mengalir ke lampu. Semakin besar tegangan yang diberikan maka nyala lampu
semkain terang. Hal ini sesuai dengan
bunyi hukum ohm bahwa, arus yang mengalir dalam suatu konduktor besarnya
berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan hambatannya.
Lamu mempunyai hambatan, namun hambatannya cuku kecil sehingga arus masih bisa lewat dan lampu masih bisa
menyala.
b.
Pada saat rangkain dalam keadaan hubung pendek, lampu tidak menyala.
Karena, jenis rangkaian tersebut adalah rangkaian seri, jika dihubung pendek
maka arus yang mengalir pada lampu akan terputus. Panas atau tidaknya suatu
kawat penghantar, atau bahkan putus dipengaruhi oleh keadaan fisis kawat itu
sendiri. Seperti kawat besi dan kawat tembaga lebih tebal daripada kawat sakering. Hal ini berarti hambatannya
lebih besar. Sehingga pada saat arus mengalir melalui kawat-kawat tersebut
hanya akan menimbulkan hangat saja pada kawat besi dan tembaga. Hangat ini
disebabkan oleh sebagian energi listrik diubah menjadi energi panas, serta
secara mikroskopis didalam kawat tersebut terjadi tumbukan anatar elektron
dengan atom-atom. Berbeda hal nya dengan kawat sakering. Kawat sakering secara
fisis lebih tipis daripada kawat besi, sehingga kawat sakering memiliki
hambatan lebih kecil daripada kawat besi dan tembaga. Pada saat rangkaian
dihubung pendek, kawat sakering mula-mula merah membara kemudian terputus. Waktu
yang diperlukan untuk eksperimen ini adalah untuk siswa, kami berasusmi bahwa
mereka dapat menyelesaikan praktium ini dalam waktuKemungkinan penerapan pada
kehidupan sehari-hari instalasi listrik rumah tangga menggunakan Rangkaian
pararel. Kabel-kabel yang digunakan pada instalasi listrik rumah tangga adalah
kabel yang isinya kawat sakering. Ketika terjadi hubungan pendek, kawat
sakering terputus sendiri sehingga mencegah terjadinya kebakaran.
Referensi:
___.2008.Kumpulan Panduan Conoh-contoh Percobaan Fisika SMP.Pudak
Langganan:
Postingan (Atom)





