Kamis, 31 Desember 2015

Senter Kocok

LAPORAN PROJECT
FISIKA LINGKUNGAN
 “ENCOK” (SENTER KOCOK)
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Fisika Lingkungan
Dosen: Drs. Agus Danawan, M.Si dan Muhammad Gina Nugraha, S.Pd., M.Fis



 

oleh:
1.
Desi Ratna Ningsih
1300283
2.
Ida Rachmawati
1304275
3.
Invea Nur Mukti Lestari
1303558
4.
Shita Ayu Amalia
1307046
5.
Vringgandanie Gunawan
1301060






DEPARTEMEN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2015


A.    ALAT DAN BAHAN
Dalam pembuatan project ini, alat dan bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:
           1.      Dioda                                      1 buah
           2.      Kabel double                           1 meter
           3.      Kapasitor (2200 mikroFarad)    1 buah
           4.      Kawat Kumparan                    700 lilitan 
           5.      Lampu LED                            1 buah
           6.      Magnet                                    10 buah
           7.      Paralon (PVC)                         1 buah
           8.      Saklar kecil                              1 buah
           9.      Sendal jepit bekas                   1 buah
          10.  Selotip listrik                           1 buah
          11.  Solder                                      1 buah
          12.  Timah                                      1 meter
          13.  Gunting/Cutter                        1 buah

B.     DASAR TEORI
Induksi elektromagnetik adalah gejala timbulnya gaya gerak listrik (GGL) di dalam suatu kumparan apabila adanya perubahan fluks magnetik pada kumparan tersebut, atau apabila kumparan bergerak relatif melintasi medan magnet tersebut. Konsep dari gaya gerak listrik (ggl) pertama kali dikemukakan oleh Michael Faraday. Dia menemukan bahwa induksi sangat bergantung pada waktu, dimana semakin cepat perubahan medan magnet maka ggl yang diinduksi akan semakin besar. Di sisi lain, perubahan ggl tidak sebanding dengan laju perubahan medan magnetik, tetapi sebanding dengan laju perubahan fluks magnetik.
Fluks magnetik ini berkaitan dengan jumlah garis medan magnet yang lewat melalui luasan yang diketahui. (Paul A.Tipler, 2001: 280). Fluks magnetik yang melalui suatu rangkaian dapat diubah dalam berbagai cara. Arus yang menghasilkan medan magnetik dapat ditingkatkan atau diturunkan, magnet permanen dapat digerakkan keluar masuk rangkaiannya, rangkaiannya sendiri dapat digerakkan mendekati dan menjauhi sumber fluks. Orientasi rangkaiannya dapat diubah atau luasan rangkaian dalam suatu medan magnetik dapat diperbesar atau diperkecil. Dalam kondisi apapun, ggl akan diinduksi dalam rangkaian tersebut yang sama dengan besar perubahan fluks magnetiknya (Paul A.Tipler, 2001: 283).
Berdasarkan hasil penelitiannya, Faraday mengeluarkan pernyataan yang dikenal dengan hukum Faraday yang berbunyi: “gaya gerak listrik (GGL) induksi yang timbul antara ujung-ujung suatu loop penghantar berbanding lurus dengan laju perubahan fluks magnetik yang dilingkupi oleh loop penghantar”. Secara matematis hukum Faraday dapat ditulis sebagai berikut:
Apabila ggl induksi dihubungkan dengan suatu rangkaian tertutup dengan hambatan tertentu, maka mengalirlah arus listrik, arus ini dinamakan arus induksi. Arus induksi dan ggl induksi hanya ada selama perubahan fluks magnetik terjadi. Arah ggl induksi dan arus induksi dapat diperoleh dari prinsip Fisika yang dikenal sebagai Hukum Lenz. Hukum Lenz menyatakan bahwa “ggl induksi dan arus induksi memiliki arah sedemikian rupa sehingga melawan muatan yang menghasilkan ggl dan arus induksi tersebut.” (Paul A.Tipler, 2001: 285).

C.    PRINSIP KERJA
Prinsip kerja dari “ENCOK”  atau Senter Kocok ini yaitu dengan menggunakan prinsip Hukum Faraday, dimana besarnya ggl induksi yang terjadi dalam suatu kumparan atau rangkaian berbanding lurus dengan kecepatan perubahan fluks magnet yang dilingkupinya. Magnet digerakkan keluar-masuk kumparan dengan cepat sehingga menghasilkan ggl induksi yang ditimbulkan karena adanya perubahan fluks magnetik.

Ggl induksi yang dihasilkan diteruskan ke dioda, dioda ini berperan agar arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur). Kemudian dari dioda, arus diteruskan ke kapasitor dan ke lampu yang disusun secara paralel, sehingga saat kocokan magnet pada kumparan berhenti, lampu tidak langsung mati.

D.    CARA PEMBUATAN
Adapun cara atau langkah-langkah dalam pembuatan encok ini adalah sebagai berikut:
1.      Menyiapkan PVC sepanjang 8-10 cm.
2.      Membuka kawat pada kumparan dengan hati-hati, jangan sampai ada yang putus.
3.      Melilitkan kawat pada PVC sampai cukup tebal. Kami melilitkan 700 lilitan kawat pada PVC. Panjang kumparan disesuaikan dengan tebal magnet yang digunakan. Menyisakan kedua ujung kawat sedikit panjang untuk menyambungkan rangkaian dengan komponen-komponen listrik lainnya.
4.      Membungkus kumparan pada PVC dengan selotip listrik agar kumparan tidak bergeser.
5.       Menggunting/memotong sendal jepit dalam bentuk lingkaran sebanyak dua buah dengan diameter lebih kecil daripada diameter PVC.
6.      Menutup salah satu ujung PVC dengan sandal jepit, kemudian masukkan magnet ke dalam PVC dan tutup ujung PVC lainnya. Menyelotip kedua ujung agar magnet tetap berada dalam PVC.
7.     
Memasang dioda pada salah satu ujung kawat kumparan. Kemudian memasang rangkaian paralel antara kapasitor dan lampu LED yang disambungkan dengan saklar. Rangkaian paralel tersebut dihubungkan kembali dengan salah satu ujung kumparan yang belum tersambung, agarmen jadi rangkaian tertutup seperti dalam gambar berikut ini:






8.      Menyolder bagian-bagian samabungan agar rangkaian tidak terlepas dengan menggunakan timah.
9.      Menekan saklar kemudian mengocok PVC untuk melihat apakah rangkaian benar atau tidak. Apabila rangkaian benar maka lampu LED akan menyala.


DAFTAR PUSTAKA

Marvelous, Christian. 2013. RBL Fisika TPB ITB 2012 - Senter Kocok (Tanpa Baterai). [Online] Tersedia: https://www.youtube.com/watch?v=nFB6Z3NFgMA&spfreload=10. [03 Agustus 2015]

         Fitriana, Rani. (2013). RBL (RESEARCH BASIC LEARNING) “SENTER KOCOK” [Online]Tersedia: http://ranifitriana.blog.com/2013/05/02/program-studi-institut-teknologi-sumatera/
Tipler, Paul A. (2001). FISIKA Untuk Sains dan Teknik Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta:Erlangga.

4 komentar:

  1. Magnet yang digunakan jenis magnet seperti bagaimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. magnet yang kami gunakan, magnet kecil yang berbentuk lingkaran dan tipis, yang biasa dipakai untuk magnet pada speaker.

      Hapus
  2. maaf baru cek blog lagi. kami pake yang 1 ampere

    BalasHapus